Dokumentasi #KerjaBakti @FestivalGIM: Foto, Video, Facebook, Twitter, dan Twit Talk.

Festival Ini adalah Kerja Bakti Itu Sendiri

Siapa saja yang diundang untuk hadir dalam Festival Gerakan Indonesia Mengajar (Festival GIM)?

Festival GIM mengundang Anda, seluruh masyarakat yang peduli terhadap pendidikan dan mau melakukan aksi nyata untuk hadir serta bekerja secara sukarela dalam waktu satu hari. Kami membuka pintu selebar-lebarnya ke berbagai kalangan dari tua, muda, besar, kecil, bahkan anak-anak agar dapat merasakan semangat dan ketulusan dari ribuan orang yang akan hadir pada hari tersebut. Lihat 7 prinsip dasar Festival GIM.


Saya tertarik mengikuti Festival GIM, bagaimana caranya saya dapat mendaftar?

Anda dapat daftar sekarang atau mendatangi kantor Indonesia Mengajar dengan alamat Jalan Galuh II nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat. Jika terdapat pertanyaan, silakan kirimkan ke festival@indonesiamengajar.org


Apakah anak-anak perlu bayar?

Seluruh relawan yang datang ke Ecovention dikenakan iuran kehadiran sebesar Rp 45.000,00. Bahkan relawan panitia juga ikut menyumbang iuran kehadiran sebagai bentuk partisipasi yang lebih dalam. Karena itu, semua pengunjung yang berusia di atas 2 tahun harus memiliki tiket iuran kegiatan.


Apakah bisa beli tiket langsung di hari H?

Pendaftaran dibuka hingga 1 hari sebelum acara. Silakan DAFTAR SEKARANG atau mendatangi kantor Indonesia Mengajar dengan alamat Jalan Galuh II nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat. Jika terdapat pertanyaan, silakan kirimkan ke festival@indonesiamengajar.org


Apa saja yang perlu saya bawa ke Festival GIM?

Anda dapat mengunjungi situs setiap wahana kerja yang akan Anda pilih dan mengikuti perkembangan kabar terbaru untuk mengetahui persiapan yang Anda butuhkan sebelum datang ke lokasi Festival GIM.

Kembali ke atas

Apa saja yang perlu disiapkan relawan untuk hadir di Festival GIM?

Apa sih bekal kita untuk hadir di Festival Gerakan Indonesia Mengajar? Inilah sikap dasar #KerjaBakti di Festival Gerakan Indonesia Mengajar.
Yuk cermati dan siapkan diri kita dengan sikap dasar ini.
1. Niat yang bersih. Kerja bakti dilakukan untuk kemanfaatan bersama, dalam hal ini demi siswa dan masyarakat di berbagai daerah penempatan Indonesia Mengajar. Niat bersih membuat kerja kita dicatat Yang Maha Adil dan membuat kita berkorban dengan penuh ikhlas dan tanpa keluhan.
2. Sukarela. Kerja bakti dilakukan seikhlasnya: hadir di waktu yang dipilih, menyumbang tenaga sebisanya dan membawa bekal/alat yang secukupnya. Volume pengorbanan setara dengan keikhlasan kita. Lakukan sebesar ketulusanmu, tidak perlu berlebihan.
3. Siap bersilaturahmi. Tak ada undangan, tak ada kewajiban untuk hadir, tak ada pula para penyambut tamu. Siaplah menyapa, siaplah disapa dan terbukalah untuk bersilaturahmi dengan sesama peserta kerjabakti di FGIM ini.
4. Bekerja secukupnya. Tiap orang menyumbang sesuai kemampuannya. Jadi bekerjalah secukupnya, tidak perlu memaksa diri berlebihan.
5. Siapkan alat, bila diperlukan. Silakan lihat agenda kerja bakti, pikirkan untuk membawa alat yang mungkin diperlukan. Panitia akan sebisa mungkin menyediakan tetapi untuk membantu lebih baik juga kita ikut menyiapkan seperlunya.
6. Bawa bekal sendiri. Bawalah bekal keperluan pribadi kita, setidaknya minuman. Disediakan kantin tetapi tidak diperkenankan untuk makan di dalam ruang kerja kecuali minum semata.
7. Lakukan sebisamu, sesuai peran yang kamu bisa ambil. Ada berbagai agenda kerja bakti dan setiap orang dapat memilih sesuai kehendaknya. Pilihlah yang kita paling suka dan bisa, lakukan kerja dengan gembira.

Kembali ke atas

Apa saya harus mengikuti semua wahana kerja yang ada di Festival GIM?

Anda mempunyai kesempatan untuk mengunjungi seluruh wahana kerja dan berinteraksi dengan seluruh relawan, tetapi tidak ada kewajiban untuk mendatangi seluruh wahana kerja.


Apakah saya harus mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2013?

Setiap relawan telah memilih hari & sesi yang diinginkan, dan setiap sesi memiliki rentang waktu yang berbeda-beda. Silakan menyesuaikan dengan sesi yang telah dipilih.

Kembali ke atas

Bagaimana caranya menuju lokasi Festival GIM?

Ecovention Taman Impian Jaya Ancol

Ecovention Hall, Jalan Lodan Timur No 7 Ancol Taman Impian, Jakarta Utara


Lihat Ecovention Hall - Ancol di peta yang lebih besar

Peta (www.ancol.com): Lihat

Bagaimana menuju Ancol?

1. Dengan menggunakan Busway
Dari Terminal Kampung Melayu, Mal Pusat Grosir Cililitan (PGC) dan Halte Busway Harmoni terdapat Busway langsung yang menuju kawasan Ancol, cukup dengan membayar Rp. 3500,-

2. Dengan menggunakan KRL wisata
Dari Stasiun Bogor dan Bekasi pada hari-hari tertentu terdapat KRL jurusan wisata yang langsung membawa anda menuju Stasiun Ancol (lokasinya seberang Ancol), harga tiket yang dibayarkan sudah termasuk shuttle yang membawa anda ke gerbang masuk TIJA.

3. Dengan menggunakan angkot
Jalan RE Martadinata dan Jalan Lodan Raya tepat didepan gerbang kawasan Taman Impian Jaya Ancol dilewati berbagai angkutan umum yang bisa membawa anda mencapai Ancol dari berbagai lokasi, berikut beberapa jalur angkutan yang melewati : Jasa Utama 125 Blok M-Tanjung Priok Jasa Utama 159 Grogol-Tanjung Priok Kopaja 27 Senen-Kelapa Gading Mikrolet M15 Tanjung Priok-Kota via Lodan, Kampung Bandan Mikrolet M15A Tanjung Priok-Kota via Mangga Dua

4. Dengan menggunakan taksi/kendaraan pribadi
Dengan menggunakan taksi atau kendaraan pribadi Ancol bisa dicapai melalui Tol Dalam Kota (Exit Ancol), Jalan Lodan Raya, Jalan RE Martadinata dan Jalan Gunung Sahari Raya.


Apa hasil yang diharapkan dari Festival GIM?

Relawan Festival GIM pada dasarnya adalah warga negara biasa. Setelah mengikuti Festival GIM, setidaknya kita sebagai warga Indonesia tahu cara dan tempat kita turun tangan untuk peduli terhadap bangsa sendiri. Warga negara yang tahu hak warga negara lainnya akan pendidikan yang lebih baik, dan sudah memilih caranya untuk berbuat secara nyata. Tidak perlu menunggu orang lain atau golongan untuk memulai sebuah aksi, cukup dengan cara kita, mengerjakan talenta dan karunia yang kita punya, untuk memanusiakan manusia lain, dan menyalakan lilin.

Kembali ke atas